Showing posts with label PUISI. Show all posts

Jelata Muda

Jelata Muda
An Article by MOCHAMAD MULKI

Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Saat pagi tiba bersama mentari
Dan kicau burung mengiringi
Semangatnya segar kembali
Berbekal niat pasti dalam hati
Ia langkahkan kaki menuju gedung itu
Tempatnya biasa memburu ilmu
Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Suatu ketika, sesuatu yang tak pernah terpikir olehnya
Sesuatu yang megusik akalnya
Menusuk mata batinnya
Memenjarakan segenggam mimpinya
Ketika itu, ketika ia tahu
Kekuatan materi menjadi pagar berduri
Menghalangi setiap langkah kaki
Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Ia pun tahu kini langkahnya kian susah
Namun semangat tetap saja gagah
Dan niat seakan tak pernah goyah
Menyusuri jalan setapak penuh semak
Melewati malam amat gelap
Mengharap sinar rembulan walau dalam senyap
Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Hanya lembaran usang ia jadikan penunjang
Dan untaian doa selalu ia panjatkan
Lamalah jalani hari-hari amat melelahkan
Namun tetap berjuang wujudkan mimpi jadi kenyataan

Created: May 13, 2013

PUISI 2 KEPERGIANMU

KEPERGIANMU
An Article by MOCHAMAD MULKI
Kumulai menyembuhkan luka hati ini sendiri
Tanpa ada orang lain disisi
Hanya perasaan hati ini yang mengerti Bahwa engkau pergi dengan menggoreskan luka hati
Harus kusadari bahwa aku memang tak pantas untuk kau cintai
Dan aku juga tak bisa menjadi seperti layaknya wanita yang lain
Namun harus kau ketahui bahwa Selama ini aku mencintaimu tulus dengan hati yang suci
Tak ada niat sedikitpun untuk menyakiti
Tetapi sekarang semua itu hanyalah kenangan yg mungkin harus ku kubur dalam-dalam
Created: May 13, 2013
My PhotoMy Photo

Avatar

Director: James Cameron (born August 16, 1954)
Science fiction
Trailer

PADA SEBARIS HUJAN

PADA SEBARIS HUJAN
An Article by MOCHAMAD MULKI

Pada sebaris hujan, kita masuki cakrawala dengan payung terbuka tanpa layung senja. Terpa angin meninggalkan jejak dingin di dada kita. Engkau menggigil di jantungku. Jutaan tetes air berterbangan seperti tangis terbebas dari kesedihan seperti bungabunga tumpah dari jambangan. Mengisi hatimu yang bimbang mengubahmu jadi tembang. Rintik merdu. Sebulir hujan menggantung di ujung payung sebuah kilau, seolah cahaya yang tersimpan. Sebutir doakah? Kumasuki kelambu hujan di mana airmatamu menggenggam rindu. Waktu lalu mendesak. Serasa singkat. Rembang pun berlalu, saat benderang lampulampu … dan hujan berpamitan di jendela senja yang perlahan menutup payung kita dengan sebuah pelukan.

Created: May 13, 2013
My PhotoMy Photo