Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts

Pelangi sesudah Hujan

Pelangi sesudah Hujan
An Article by MOCHAMAD MULKI



Hujan…
Memang tak terlalu deras, tapi sudah cukup untuk membuat seragam ku basah setidaknya aku sendirian, aku menyukai hujan tapi bukan karena aku menyukai basahnya aku hanya menyukai airnya yang perlahan membasahi tubuh ini.. Tak ada yang bisa melihat tangis ku kan?
Ternyata benar tentang apa yang sering dikatakan orang-orang
“menyembunyikan daun harus di tengah hutan.. Dan menyembunyikan tangis harus di tengah hujan”
Seandainya waktu dapat berputar kembali…
Tapi tidak mungkin kan?
Karena air yang mengalir pun tak akan berhenti untuk mengikuti takdirnya, menangis ku memang tak ada gunanya
Sepi, sunyi, senyap dan sendiri… Terlalu munafik jika ku berkata tengah takut disini, karena kata-kata itulah yang telah mendarah daging pada tubuh orang kesepian ini, ayah dan ibu apa kalian bahagia disana? Tanpa aku? Yah diriku seorang yang pembawa masalah? Pasti kalian bahagia kan?
Hujannya semakin deras.. Seperti tengah mendukung kegiatan ku untuk menangis lebih keras..
“kaori…” panggil sebuah suara yang amat ku kenal tengah menyebut nama ku, charli itulah dia
“apa yang kau lakukan disini?” lanjutnya lagi
“pergi..” ucapku
“hei kaori… Apa kau tahu makna dibalik nama mu itu?” ucapnya
Jujur aku tidak tahu dan aku tidak terlalu berminat untuk tahu, ayah dan ibuku juga tidak pernah memberitahukannya pada ku, kenapa? Tentu karena mereka tidak disini, mereka meninggalkan ku, sendirian…
“kuat…” ucapnya seolah dia yang mengerti semuanya
Aku tertegun sesaat
“mereka ingin kau kuat.. Mereka ingin mewujudkan melalui nama pendek mu itu..” ucapnya meyakinkan
“mereka ingin ku kuat? Nyatanya aku memang sudah kuat.. Aku di dunia ini sendiri… Mereka pergi..” ucapku dengan linangan air mata yang tersamar oleh air hujan
“sudahlah jangan menangis.. Itu tidak cocok untuk mu” ucapnya sungguh menyebalkan
“…” aku hanya diam
“apa kau tahu… Setidaknya kau hargai nama itu.. Karena mereka sungguh menyayangi mu.. Dan karena mereka menyayangi mu lah mereka tidak membawa mu pergi bersama mereka”
Aku diam saja
“mereka masih ingin kau menikmati hidup… Bersemangatlah.. Karena akan ada pelangi setelah hujan” ucapnya
“maaf tapi sepertinya aku tidak mempercayainya… Karena kebahagiaan ku telah tersesat untuk menemukan ku….”
“tersesat? Carilah mereka! Dan arahkan kepada jalan yang benar! Hidup mu masih panjang.. Masa lalu? Tataplah lurus ke depan dan jadikan yang lalu pelajaran.. Hidup cuma sekali kau sia-siakan maka kau akan menyesal sesudah mati..!” ucapnya separuh berteriak
“apa aku dapat mempercayai mu?”
“apa?”
“tentang pelangi sesudah hujan?”
“hem.. Percayalah…” ucapnya
Yang kemudian hujan reda secara perlahan yang setelah itu disambut dengan sinar yang nampak datang dengan malu-malu bersama sebuah senyuman dari pelangi.
“aku percaya” ucapnya sambil menatap pelangi itu

Created: May 13, 2013
My PhotoMy Photo

Marah dan Putus Asa

Marah dan Putus Asa
An Article by MOCHAMAD MULKI

Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji, menyebabkan perut ular terluka. Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Ia pun membelit kuat gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati..
Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang dilukai adalah diri kita sendiri.
Mengapa? Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari..
Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan marah) terhadap situasi buruk yang mungkin kita alami.

Created: May 13, 2013
My PhotoMy Photo

Jelata Muda

Jelata Muda
An Article by MOCHAMAD MULKI

Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Saat pagi tiba bersama mentari
Dan kicau burung mengiringi
Semangatnya segar kembali
Berbekal niat pasti dalam hati
Ia langkahkan kaki menuju gedung itu
Tempatnya biasa memburu ilmu
Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Suatu ketika, sesuatu yang tak pernah terpikir olehnya
Sesuatu yang megusik akalnya
Menusuk mata batinnya
Memenjarakan segenggam mimpinya
Ketika itu, ketika ia tahu
Kekuatan materi menjadi pagar berduri
Menghalangi setiap langkah kaki
Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Ia pun tahu kini langkahnya kian susah
Namun semangat tetap saja gagah
Dan niat seakan tak pernah goyah
Menyusuri jalan setapak penuh semak
Melewati malam amat gelap
Mengharap sinar rembulan walau dalam senyap
Jelata muda dengan mimpi di tangannya
Hanya lembaran usang ia jadikan penunjang
Dan untaian doa selalu ia panjatkan
Lamalah jalani hari-hari amat melelahkan
Namun tetap berjuang wujudkan mimpi jadi kenyataan

Created: May 13, 2013